Terimakasih atas kunjungan Anda, salam santun erat ukhuwah fillah. ^_^
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

シ Jadilah Tamu Yang Baik シ



Bissmillahirrahmanirrahim,

Seorang Adik bertanya kepada Kakaknya,

Adik: "Abang, kenapa sih kita hidup di dunia harus beribadah kepada Allah, dan harus berbuat baik?"

Sambil merangkul sang adik si kakak menjawab,
"Adik abang yang soleh. Aamiin. Kita hidup di dunia ini hanya tamu di bumi Allah, dan Allah punya aturan tersendiri dengan semua itu. Contohnya begini Dik, nanti ketika Adik sudah dewasa dan berumah tangga lalu adik memiliki rumah sendiri, dan suatu waktu ada orang yang berkunjung kerumah adik. Di depan pintu rumah adik sudah terpampang jelas larang merokok di dalam ruangan, sedang tamu adik yang tadi tidak menghiraukan larangan itu, dan seenaknya merokok di dalam ruangan. Bagaimana perasaan adik?"

Adik: "marah bang,"

Kakak: "Nah.. seperti itu juga Allah terhadap kita, Allah akan marah jika larangan-Nya di langgar oleh kita, sedang Allah sudah menjelaskan betul larangan-larangan yang tidak boleh dikerjakan apabila kita berada di bumi Allah ini.. Sudah jelaskah Adikku sayang?"

Adik: "lalu bagaimana jika aku melanggarnya bang?"

Kakak: "Allah akan murka dengan adik, dan Allah akan menghukum adik."

Adik: "Bagaimana Allah menghukumnya bang? Kan Allah tidak tahu, Allah kan ada di atas sangat jauh dengan kita?"

sambil mengeratkan rangkulannya sang kakak menjawab kembali, "Adik abang ini masih belum ngerti juga ya.. Allah tidak pernah jauh dari kita, Allah itu sangat dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari denyut nadi kita. Jadi...kalau misal adik nanti nakal tidak mau shalat..pasti Allah tidak akan segan-segan menjewer telinga adik.. xixixi.." 
Sambil mempraktekan menjewer sang kakak menjelaskan kepada adiknya.

Adik: "aow..sakit bang" 

sambil berlalu sang adik terus memberi pertanyaan kepada si kakak

Dear Sahabat fillah yang selalu taat kepada Allah, semoga kita semua adalah tamu yang terbaik untuk Allah Swt. Aamiin ya Rabbal'aalamiin. シ

By; R.S.
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Sabtu, 29 September 2012

◕‿◕ Kisah Tukang Kayu ◕‿◕



Bissmillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh,

Dear Sahabat Fillah...
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah lama ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu akan kehilangan penghasilan rutinya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya. Sang mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaik, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu itu berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakan tidak dengan segenap hati, "kerjakanlah dengan terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!" Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan. Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana. Sebab, KEHIDUPAN SAAT INI ADALAH AKBIAT DARI PILIHANMU DI MASA LALU. MASA DEPANMU ADALAH HASIL DARI KEPUTUSANMU SAAT INI. 

(^0^)/ Cia Yo!!!
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Kamis, 20 September 2012

❤ KEKAGUMAN SEORANG SUAMI ❤



"✿◠‿◠) HUMOR ✿◠‿◠)

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh


Sebagai seorang suami yang baik harus baca...

Suatu malam Nia terbangun dan melihat suaminya sedang berdiri disisi boks bayi mereka.
Nia belum pernah melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu sebelumnya.
Kadang-kadang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, tampak kagum... lalu seperti terharu, terus menarik nafas panjang dan seterusnya.
Diam-diam air mata menetes di pipi Nia.
Ia tak menyangka suaminya akan mengagumi bayi mereka seperti itu.
Nia menghampiri suaminya, memeluknya dan setengah memancing bertanya....
"Mas, apasih yang mas fikirkan?"
"Ini... ,aku benar-benar ngga habis fikir, boks begini saja ko' harganya sampai tiga juta."
Nia;" Capek deh.. :(

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Wassalamu'alaikum...Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ"


♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Rabu, 12 September 2012

♥♥.•* Pudarnya Pesona Cleopatra *•.♥♥

____
Bab, 4.




Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.

Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi�?�ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya.

Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.
"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba" tulis Raihana.

Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa" Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya.

Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau".

Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana.

Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu- sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. " Mana Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.

" Raihanaï...istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya" . " Ada apa dengan dia". " Dia telah tiada". " Ibu berkata apa!". " Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya".

Hatiku bergetar hebat. " Dunia tiba-tiba gelap semua ...

END
 —

Subhanallah...
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Senin, 10 September 2012

__Hikmah Setelah Menonton Tv__

Bissmillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

 Percakapan presenter Dua Dunia dan Jin. Langsung saja ya, baca kutipanya, yuk... 

Bagian- 1

Presenter : "Assalamu'alaikum..?"
Jin: "Hemmm..."
Presenter : "Assalamu'alaikum..?"
Jin: "Siapa kamu? Apa kalian orang Islam, kok mengucapkan salam?"
Presenter : "Ya, saya orang islam."
Jin : "Apa kamu tahu artinya Islam?"
Presenter : "ya, islam agama yang paling benar."
Jin : "seperti apa agama yang paling benar itu?"
Presenter : "Agama yang mengajarkan kebenaran, harus menjauhi segala larangan Allah SWT."
Jin : "Jangan sembarangan menyebut Islam. Saya juga tidak berani. Banyak orang mengaku Islam, tapi perilaku seperti hewan."
Presenter : "maksudnya?"
Jin : "Mereka mencari jalan surga, tapi malah lewati jalan neraka. Kan ada aturanya, katakan benar jika benar. Katakan salah kalau salah. Meski yang benar itu merugikan diri sendiri, tetapi mana buktinya? Pemimpin kalian tidak berani bicara benar. Sebab kalau bicara kebenaran itu pasti merugikan dan dimushui. 

____Astaghfirullah...mari renungkan sejenak sahabat, apakah benar begitu andanya? 
Ampuni kami ya Allah..____

Bagian-2

Presenter : "Anda ini siapa?"
Jin : "saya Surojoyo."
Presenter : "Anda prajurit dari siapa?"
Jin : "Aku membantu mbah"
Presenter : "Membantu seperti apa? Pada zaman kapan itu?"
Jin : "ya perjalanan dan perbuatanya."
Presenter : "seperti apa perjalanannya?"
Jin : "menyebarkan agama."
Presenter : "Bagaimana cara beliau menyebarkan agama?"
Jin : "ya ke orang-orang kampung"
Presenter : "seperti apa? Mengaji, atau..apa?
Jin : "Dahulu orangnya bodoh-bodoh, jarang mengaji, tapi kelakuannya baik. Sekarang, yang dibaca arabnya saja. tetapi kelakuanya seperti hewan.


____Astaghfirullah...benarkah kami seperti itu ya Allah....ampuni kami ya Allah..___

Bagian-3

Jin : "saya masih belajar islam."
Presenter : "ya, saya juga masih belajar Islam."
Jin : "Semua orang bilang islam-islam, katanya semua orang bilang islam itu bersaudara, tetapi ada saudara yang sakit dan susah, mata dan telinganya malah ditutup. 

____Astaghfirullah..sungguh kami malu kepada-Mu ya Allah..___

Jin : "Semua orang pada bingung mencari Tuhan. Padahal, Tuhan itu tidak jauh. Dia ada di hati. Ada di ucapan. Bahkan Tuhan itu lebih dekat dari urat nadi. Orang berdoa itu macam-macam, ada yang berdoa sebentar dikabulkan, ada yang berdo'a bertahun-tahun tidak dikabulkan. Itu karena mereka tidak paham Tuhan. 
Presenter : "Lalu?"
Jin : "Kalau mereka paham. Berdoa itu harus dengan perasaan. itu pasti cepat terkabul. Manusia sudah dikasih rezeki sendiri-sendiri, harusnya minta ke Tuhan, kalau pun tidak minta, Tuhan juga sudah memberi. Tuhan sudah memberi dunia dan isinya kenapa masih minta?

___Astaghfirullah..bahkan kami pun tidak terlalu paham dengan seberapa dekat Engkau di sisi kami ya Allah..___

    Sahabat fillah, tulisan di atas saya kutib dari program acar di Tv, yaitu Dua Dunia yang kebetulan waktu itu sedang syuting di Gunung kawi. Terus terang tadinya saya kurang tertarik untuk melihat acara yang seperti ini. Tapi setelah saya melihat dan saya pahami, ternyata banyak sekali hikmah yang saya dapat dari acara itu, meski saya tidak tahu, acara itu sungguhan atau tidak, yang pasti saya banyak mendapat dari episode yang saya tonton waktu itu. Subhanallah... 


♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Selasa, 04 September 2012

☆▧ Melangkah Dari Masalalu ▧☆


Bissmillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

   Jika anda mengalami trauma di masa lalu yang begitu membekas. Trauma ini lantas Anda gunakan sebagai 'Kambing Hitam' atas keterpurukan anda saat ini. Anda terus terikat dengannya, meski itu menyakitkan.

   Bila Anda tak bisa lepas dari trauma, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri Anda:

" Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya ataukah trauma?"

   Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon. Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbarui diri. Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama. Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri. Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari. Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri.

   Sahabat fillah yang teguh hatinya, ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat masa lalu. Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri.

   Saat kita merasa sedih dan putus asa, atau bahkan menderita , coba renungkan keadaan di sekitar kita. Barangkali masih banyak yang lebih parah dibandingkan kita? 

   Tetaplah tegar dan percaya diri, berfikir positif dan optimis, berjuang terus, dan pantang mundur.
Itu baru temen saya...hehehe..

Good Luck!!!


♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Minggu, 02 September 2012

♥♥.•* Pudarnya Pesona Cleopatra *•.♥♥

____
Bab, 3.


Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. 

Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh. 

Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. "Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak Qalyubi. "Alhamdulillah, sudah" jawabku. " Dengan orang mana?. " Orang Jawa". " Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?". "Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran". " Kau sangat beruntung, tidak sepertiku". " Kenapa dengan Bapak?" " Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang". " Bagaimana itu bisa terjadi?". " 

Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. 

Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia.

Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. 

Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan YAsmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. 

Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. KAmi langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan YAsmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta YAsmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin tidak bisa. Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi.

Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rending, saya harus ke warung. YAsmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta YAsmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir. 

Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. " Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir". Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang". 

___to be continue...
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Rabu, 29 Agustus 2012

ღ☆ღ Perputaran Uang Sedekah ღ☆ღ



*Kisah Teladan *

Bissmillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

"Kejujuran selalu membawa berkah dan keuntungan bagi pelakunya"

   Dikisahkan ada seorang laki-laki miskin yang memiliki istri yang shalihah dan jujur. Suatu hari, sang istri memberitahunya bahwa mereka tidak memiliki makanan sedikit pun. Maka laki-laki miskin itu pergi ke Masjidil Haram. Sesampai disana, ia menemukan sebuah kantong berisi sejumlah uang dinar. Laki-laki itu sangat gembira. Maka, ia pun bergegas pulang menemui istrinya.

  Sesampainya dirumahnya, ia segera memberitahukan kabar gembira itu pada istrinya. Namun, diluar dugaanya, istrinya menolak uang itu dan menyuruh suaminya mengembalikan kemasjid karena merasa itu bukan haknya. Maka, laki-laki itu segera berjalan menuju masjid.

   Dalam perjalanan menuju masjid, ia mendengar pengumuman tentang seseorang yang kehilangan bungkusan yang berisi beberapa dinar dengan ciri-ciri yang disebutkan dengan jelas. Ciri-ciri itu cocok sekali dengan bungkusan yang dibawanya. Ia pun segera menemui pemilik bungkusan itu.

   Ketika laki-laki miskin itu menyerahkan bungkusan yang dibawanya, pemilik bungkusan itu menolaknya. Bahkan, ia memberikan uang itu padanya dan menambahkanya sembilan ratus dinar lagi. Laki-laki miskin itu terkejut. Ia lalu bertanya kepada pemilik bungkusan, "Kenapa Tuan memberikan bungkusan uang ini kepada saya?"

   Pemilik bungkusan itu berkata, "Seorang laki-laki jutawan penduduk Irak memberiku seribu dinar dan berpesan agar aku menaruh sebagaianya di Masjidil Haram. Jika ada orang menemukan lalu mengembalikan uang itu, aku harus memberikanya beserta sisanya kepada orang itu sebagai sedekah dan balasan kejujuranya.

Subhanallah...
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Selasa, 28 Agustus 2012

•♥• Teka - Teki Imam Ghazali •♥•



Bissmillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

  Beliau Imam Ghazali pernah berdialog dengan murid-muridnya, begini isi dialognya;

~ Pertanyaan no. 1

Menurut kalian, apa yang paling DEKAT di dunia ini?: Ayah? Ibu? Tetangga? Dll.
bukan...
Yang paling dekat adalah KEMATIAN. Saking dekatnya ia tiba-tiba sudah ada di ujung tenggorokan kita (sakratul maut), tinggalah penyesalan di hari kiamat yang tiada berguna.

~ Pertanyaan no. 2

Lalu apakah yang paling JAUH?: Matahari? Bulan? Bintang? Dll.
bukan..
Yang paling jauh adalah MASA LALU kita. Saking jauhnya, tak kan mungkin kita kembali padanya. Jangankan masa 30 tahun lalu, sedetik waktu yang baru saja berlalu pun takkan bisa kita hampiri lagi. Saking jauhnya, sehebat apa pun kendaraan dan tekhnologi yang kita miliki dia takkan mampu mengantarkan kita kemasa lalu.

~ Pertanyaan no. 3

Apa yang paling berat di atas bumi ini?: Batu? Gunung? Besi? Dll.
bukan...
Yang paling berat adalah AMANAH yang Allah titipkan kepada kita. Termasuk anak-anak kita, bahkan orangtua kita.

Saat kita meninggal nanti, tak ada yang kita bawa kecuali 3 hal yaitu;

1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal jaruyah
3. Anak yang sholahah yang senantiasa mendo'akan orangtuanya. Dan siapa yang tak berdo'a dalam sehari sekali saja untuk kedua orangtuanya, maka terputuslah rahmat Allah baginya.

Doa orangtua termasuk salah satu doa yang mustajab, yang pasti dikabulkan oleh Allah. Karena tak ada hijab antaranya dengan Allah SWT. 

Tiga do'a yang pasti dikabulkan oleh Allah;

1. Do'a seorang musafir dalam perjalanan.
2. Do'a seseorang yang dizolimi, meskipun dia seorang kafir.
3. Do'a orangtua kepada anaknya. Untuk itu wahai orangtua, berhati-hatilah dalam berkata-kata terhadap anak, karena bisa jadi ucapan kita akan dijabah sebagai do'a.

~ Pertanyaan no. 4

Lalu apa yang PALING RINGAN di muka bumi ini?: Pasir? Kapas? Dll.
bukan...
yang paling ringan adalah MENINGGALKAN SHALAT 5 WAKTU.

~_~


♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Jumat, 24 Agustus 2012

♥♥.•* Pudarnya Pesona Cleopatra *•.♥♥

____
Bab, 2.


Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. "Mas tidak apa-apa" tanyanya dengan perasaan kuatir. "Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih" lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. "Mas airnya sudah siap" kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. "Mas aku buatkan wedang jahe" Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.

Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. " Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?" Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. "Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas". " Biasanya dikerokin" jawabku lirih. " Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin" sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra. 

Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya." Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu" kata Ratu Cleopatra. " Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu". Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian. 

Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba " Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya" kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. " Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya" lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.

Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra. 

" Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang" Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. 

Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. " Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. " Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!"

sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". " Matanya sedikit berbinar. "Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah," ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. 

Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?". Hana begitu bahagia. 

Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini. 

Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. "

Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. 

Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.

Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana.

Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. " Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu" kata ibuku. " Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?" sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya. 

Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. 

Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya" Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam dan mendesah sedih. " Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta" gumamku. 

Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, " Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita". 

____ to be continue..
♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Jumat, 17 Agustus 2012

☜❀☞ Aku Memulai Dari Nol ☜❀☞

Part 4-End

Bissmillahirrahmnirrahim


 Hari ini kabut hitam begitu tebal, semoga tidak menjadi penghalang untuk perjalanan pulangku ke kampung halamanku, do'akau dalam hati. "Tung, apa sudah kamu periksa semua barang-barangmu?, hati-hati ya tung, salam buat ibumu semoga cepat sembuh". ucap bu ida seraya menberikan sebuah amplop kecil untukku, entahlah isinya apa. "Insya Allah sudah semua bu, oh ya bu, dimana susi? ku mau pamitan dengan dia". tanyaku untuk bu ida. tak lama kemudian susi keluar dari kamarnya dan tidak berani menatapku, dengan bantu lata kakinya itu, susi terbata-bata jalan mendekatiku dan mencium tangaku dengan keningnya, masih dengan wajah menunduk susi berkata" hati-hati ya bang, kalau ada waktu kirim-kirim kabar, pasti nanti susi balas. Ini kenang-kenangan dari susi untuk abang." susi yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri menangis seraya mengucapkan salam perpisahan untukku. 

   Jam sudah menjukan pukul 10, aku harus segera sampai kepelabuhan, karena kapal yang aku naikin berangkat pukul 11, setidaknya lebih awal lebih baik aku samapi dipelabuhan. Ibu idan dan susi mengantarkanku sampai kepelabuhan, lambaian tangan mereka mengiringi kepergianku. "Bang, abang pasti bisa jadi orang sukses, semangat bang!" terikan susi buat ku. Aku hanya tersenyum pahit melihat pemandangan ini. 


    Tak terasa, kapal sudah hampir mendarat dipelabuhan tanjung priuk. ku cek kembali barang bawaanku, walau hanya rangsel yang hanya berisi baju-bajuku tapi inilah hartaku saat ini. Seusai mendarat kepelabuhan, aku tidak ingin menunda-nunda waktu lagi, segera ku cari bus jurusan stasiun senen, aku akan membeli tiket kereta dari senen jurusan kroya, karena hanya setasiun kroyalah setasiun terdekat dari tempat tinggalku. Selama perjalananku menuju kampungku, entahlah perasaan ini semakin tidak menentu, badan capek tapi mata tapi mau dibawa istirahat tidak bisa, mata ngantuk dibawa merem juga tetap membuka. Semoga tidak terjadi apa-apa ya Allah, doaku dalam hati. Jam 4 sore aku sudah sampai stasiun kroya, sengaja aku membeli tiket kereta exsekutif, aku benar-benar sudah kangen dengan ibuku, sesampai di kroya aku memanggil satu tukang ojek untuk mengantarku pulang kerumah ibu. Sepanjang perjalananku dengan tukang ojek, kulihat desaku semakin subur, dengan tanaman padi yang sudah mulai menguning dan siap dipanen. sungguh makmur desaku. Sampailah aku digubuk tua dimana aku dulu melihat cahaya dunia pertama kali disini, rumah itu kelihatan sepi tapi teduh. Segara ku ucapkan salam dan ku panggil ibu, ku ketok-ketok pintu rumah tapi tidak ada yang menjawab, apa ibu masih dirawat dirumah sakit? tanyaku dalam hati. Tak lama kemudian suara kakek terdengar dari dalam, "Wa'alaikumsalam..." jawab kakek seraya membukakan pintu untukku. Kakekku terlihat sangat senang melihatku berdiri didepanya, aku langsung menyalami kakek, dan ku tanya, "Ibu mana kek? apa masih dirumah sakit? " tanyaku untuk kakek, kakek tidak banyak bicara lalu memintaku untukmenaruh dulu barang bawaanku, tanpa basa-basi aku juga langsung masuk kekamarku yang sudah hampir mau dua tahun itu tidak kutempati, kamarku terlihat rapi, bahkan sangat rapi, karena tidak tahu dibuang kema poster-poster koleksiku itu, tapi ibu memang tahu yang kumau, poster kesayangkanku masih terpampang jelas didinding kamarku, Kawasaki Ninja... Setelah ku taruh barang bawaanku, kembali kuhampiri kakek, dan kembali kutanyakan dimana ibu, kenapa dari tadi belum terlihat. "Kek, ibu dimana sih, apa benar masih dirumah skait, kalau iya. aku mau langsung kesana kek," Tnayaku untuk kakek, "Ibumu sudah sembuh, sudah sehat palahan sudah tidak sakit-sakitan lagi". jawan kakek untukku. Alhamdulillah, aku sungguh senang mendengarnya. "Lalu sekarang ibu sedang pergi kemana kek, sudah mau maghrib ko' belum pulang." tambahku untuk kakek. Lalu kakek mengajakku menjemput ibu, hatiku tersentak dan penasaran, ditambah kakek yang selalu diam dalam perjalanan, buatku semakin penasaran. "Itu ibumu disana". dengan menujuk ketanah merah yang masih basah kakek menujukan bahawa ibu ada disana, aku masih tidak percaya dengan apa yang ditunjukan kakek untukku, ku dekati tanah merah yang masih basah itu, bertambur bunga mawar dan kenanga, beratap payung dengan kain kafan. dengan seketika aku menjerit dengan segala kesakitanku, kemarahanku, kekecawaanku, penyesalanku. Untuk melihat jasad ibu pun kini aku tak mampu, apalagi mencium kakinya. Tubuh itu sudah terkubur senyum itu sudah tidak bis akulihat, suara merdu itu sudah tidak bisa ku dengar. Aku hanya terkapar menangis disamping makam ibuku. Aku tidak percaya dengan yang ada didepanku. Rasa klangen untuk ibu, bagaimana aku mengobatinya, sedang beliau yang kukangenin sudah terbang dengan semua malaikat Allah. 

   Seminggu aku hanya mengurung diri dirumah, mengingat semua kenangan yang diberikan ibu untukku, ternyata pelukan dua tahun lalu, adalah pelukan terakhir dari ibu. Andaikan saja ku tahu itu adalah pelukan terakhir, sungguh tidak ada niat aku meninggalkanya. Hariku semakin hampa tanpa ada sosok ibu disampingku. Kini dirumah yang tua ini hanya tinggal aku dan kakekku. tidak ada yg menyiapkan makan lagi, pintu kamarku pun sudah tidak ada yang menggedornya lagi. Ku rebahkan tubuhku diatas kasur dikamarku, aku hanya bisa mengingat dan membayangkan semua kenangan yang pernah terlewatkan dengan ibu, beliau sungguh wanita yang paling berjasa dalam hidupku. Pesan terakhir dri ibu dulu adalah, kalau aku mau jadi orang sukses aku harus tekun dan ulet. 

  Satu bulan aku ditanah kelahiranku, aku sungguh tidak ada niat untuk kembali merantau lagi, pengalaman kehilangan itu sungguh sangata menyakitkan buatku, kini ku hanya tinggal kakek. Aku harus memulai usaha baru untuk menyambung hidup aku dan kakekku yang sudah lanjut usia itu. Aku bingung mencari kerja kesana-kemari, tidak mungkin aku kembali bekerja di toko pamannya Riyan, aku harus membuka usaha sendiri. Sampai suatu hari kakek memberi  tahuku bahwa ada kenalanya seorang juragan pisang, kalau mau kakekku berencana mengenalkan aku dengan beliau. Dan aku pun mau, bertemulah aku dengan teman kakek, orangnya santun dan bersahaja, beliau adalah seorang juragan pisang dari kampung sebelah. Aku diajaknya bergabung dengan bisnisnya dari situ aku berkeliling dari satu rumah kerumah yang lainya untuk menanyakan apakah ada pisang yang mau dijual, setelah aku membeli pisang dari penduduk setempat, aku menyetorkanya kepada juragan saya itu. begitulah pekerjaanku setelah aku bergambung dengan banana store, nama perusahaan dari juragan saya itu. 

   Enam bulan aku kerja sebagai pembeli pisang, sampai pada akhirnya ada satu kejadian yang membuatku mengeluarkan ide yang membuatku suskses seperti sekarang ini. siang itu, ketika aku sedang menebas pisang dirumah penduduk, aku tidak sengaja mendengan percakapan ibu-ibu biasalah ibu-ibu kan sukanya ngrupi. Mereka membahas sedang padatnya musim hajatan, sampai-sampai mau kondangan bingung mau beli isinya tenggok (tempat menaruh barah bawaan, berasal dari bambu) karena saking banyaknya yang hajatan kadang warung-warung kehabisan persediaan buat dibawa kondangan. Nah dari situ, sungguh otakku yang pas-pasan ini menemukan ide yang sungguh cemerlang, aku berencana membuat seriping untuk di jual kepada warung-warung yang biasanya jadi incaran para ibu-ibu yang sedang mencari barang bawaan buat kondangan. Akhirnya usaha itu pun ku coba, aku bekerja sama dengan tentangga rumahku seorang ibu-ibu rumahtangga, ku meminta beliau untuk menggoreng pisang sripingnya dan aku yang memeretnya, karena aku cowok aku sangat awam dalam urusan masak memasak. Tidak kusangka banyak ibu-ibu yang membeli seriping pisang dari usahaku itu, hampir setiap minggunya aku mendapat pesanan dari warung-warung untuk mengantarkan seriping kewarungnya. Minggu demi mingggu, bulan demi bulan usahaku ini semakin melejit, aku pun mencoba untuk menambah sedikit hasil dari usahaku ini, aku menambah untk membuat sele pisang. Alhamdulillah semua itu adalah jalan menuju kesuksesanku. usahaku kini semakin berkembang, tidak hanya di desaku saja, produk dari usahaku kini sudah di jual ke antar kota. Pisang yang biasanya kujual kepada juraganku dulu, kini berganti aku yang menjadi pembeli untuk mantan juraganku itu, Alhamdulillah semua ini berkat keuletanku menekuni usaha yang mungkin jarang diminati oleh setiap orang. 

   Indah rasanya ketika kesuksesan sudah menghampiri kita. Dan masih tertinggal satu cita-cita lagi buatku yaitu MENIKAH. 
Senyum..... ^_^

Notes: Hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan kepada manusia akan arti keindahan dan nilai kehidupan.
           Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, dan begitulah hidup. Kadang diatas "senang"  dan kadang juga dibawah "susah". Salam semangat!!! 

Terimakasih dear pembaca, ^_^



♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

Kamis, 16 Agustus 2012

Soekarno VS SBY


Soekarno: "Hello SBY, lihatlah pemuda-pemuda di zamanku, mereka adalah pejuang dan pahlawan tanah air, mereka berjuang untuk kelayakan penduduk tanah air. Sebelum masa pensiunku dulu, ku wariskan tanah air ini ke tangan pemimpin rakyat. Tapi apa yang sekarang kalian perbuat? wakil rakyat, tapi menindas rakyat. Dulu memang di zamanku jauh dari kata modern, tapi orang-orang di zamanku dulu lebih lapang dan menerima, sangat jauh dari kata rakus, di jamanku tidak ada korupsi! kami hanya sibuk dengan masa perjuangan kami demi indonesia tercinta. Tapi lihatlah di zamanmu sekarang SBY, baju rapi tergantung dasi, tapi hati terlampau basi. Kembalikan indonesiaku.."

SBY: " Nasib..nasib.. punten Pak Soekarno, sekarang jamannya hilang satu tumbuh seribu, sama kaya yang tukang korupsi. Diberantas satu, yang lain jadi berkembang biak. Duh gusti.. paringono sabar..(ya Allah berilah kesabaran)."

tut..tut..tut.. sambungan terputus, time to sleep. takut besok telat sahurnya, ^_^




♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ

(≧◡≦) Humor



   Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh,
waktunya buat santai sobat,  (◑‿◐) 

Wikipedia: "aku tahu semuanya."

Facebook: "aku kenal dengan semua orang."

Google: "aku punya semuanya."

Mozila: "tanpa aku, kalian tidak bisa diakses."

Explorer: "kan aku masih ada."

Mozila: "apaan sih kamu, ganggu acara orang saja!"

Internet: "sudah-sudah, jangan banyak omong kalian semua,  

kalau tidak ada aku, kalian semua tidak bakal ada!"

Facebook: "huh, yang paling sering dikunjungi kan aku, jadi  

aku yang terbaik."

Yahoo: "Facebook, inget.. tanpa aku, kamu ngga akan bisa 

buat e-mail."

Google: "Yahoo, kua juga bisa buat e-mail."

Internet: " sudah tau aku yang paling hebat (¬_¬)

Komputer: "aku paling dewa di sini."

Pln: "Brisik kalian semua, aku matiin nih listriknya."

Genset: "tenang aja..kan masih ada aku.

Pln: "diem kamu!"

Pertamina: "awas kalian semua, aku stop pasokan BBM baru 

tahu rasa kau.."

Solar cell: " tenang..kan selama masih ada saya semuanya

aman."

Matahari: "Eittt! ngga aku kasih sinar baru nyaho deh.."

Air, Batubara, petir, dll: "Tenang... masih ada kami..."

Bumi: "kalau ngga ada aku, kalian pasti ngga akan ada."

Jagat raya: "kalian semua kalau ngga ada aku, kalaian 

pasti ngga bakal ada."

TUHAN: "Tanpa Saya kalian semua tidak pernah ada.."


Wikipedia, Facebook, Google, Mozila, Explorer, Yahoo, 

internet, Komputer, Pln, Genset, Pertamina, Solar cell, 

Matahari, Air, Batubara, Petir, Bumi, Jagat raya: "Tuhan Is 

The Best!"







♡ ツ Berbagi Itu Indah ♡ ツ